Jumat, 02 Maret 2018

Pengertian,Unsur, Jenis,dan Ciri-ciri Puisi Terlengkap

Pengertian,Unsur,Jenis,dan Ciri-ciri Puisi

Bagi kamu yang sedang duduk dikursi pelajar . Pasti pernah mendengar tentang puisi yang diterangkan oleh guru bahasa Indonesia kamu . Mungkin sebagian dari kamu masih paham betul apa itu Puisi . Namun bagi anda yang belum paham atau mungkin lupa . Berikut penjelasannya :

Pengertian Puisi


Puisi merupakan karya seni sastra yang menggunakan keindahan kata atau unsur estetika dalam penyusunannya . Puisi mengandung irama , rima , ritma , dan lirik disetiap baitnya . Puisi juga merupakan ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan dalam kata - kata yang disusun dengan rapi serta indah .

Jadi pembuatan puisi yang baik adalah cara pembuatannya dengan hati yang paling dalam agar lebih mengena atau dapat menjiwai isi puisi tersebut .

Pengertian Puisi Menurut Para Ahli


1. Jason Stone

Pengertian puisi menurut Jason Stone adalah untuk mengekpresikan perasaan dan ide - ide dengan cepat dan mengesankan , untuk berbagi perasaan dan ide kepada sahabat .

2. Jhon Keats

Pengertian puisi menurut Jhon Keats adalah usaha untuk membaca indah dari membayangkan narasi proses pemikiran atau logis . Dan tidak menyiratkan puisi yang tidak masuk akal atau tak memiliki narasi .

3. Muhammad H. Salleh

Pengertian puisi menurut Muhammad H. Salleh adalah sebuah sastra yang kental dengan musik bahasa serta kebijaksanaan penyair dan tradisinya . Dalam segala kekentalan itu , maka puisi setelah dibaca akan membuat kita menjadi lebih bijaksana .

4. Samuel Taylor Coleridge

Pengertian puisi menurut Samuel Taylor Coleridge adalah kata - kata yang terindah dalam susunan terindah . Penyair memilih kata - kata setepatnya dan disusun dengan sebaik-baiknya . Misalnya : seimbang , simetris , antara satu unsur dengan unsur lainnya sangat erat hubungannya .

5. H.B Yassin

Pengertian puisi menurut H.B Yassin adalah perasaan yang didalamnya mengandung fikiran - fikiran dan tanggapan .


Unsur - Unsur Puisi

Seperti karya sastra umumnya , puisi juga memiliki unsur didalamnya . Secara sederhana , unsur puisi adalah : kata , larik , bait , rima , irama , bunyi dan makna . Dan berikut penjelasan singkatnya :

1. Kata

Kata adalah unsur yang paling utama dalam terbuatnya sebuah puisi . Pemilihan kata atau diksi yang baik akan membuat puisi menjadi lebih indah . Dan kata - kata tersebut disusun dengan rapi sehingga membentuk sebuah larik .

2. Larik

Larik yang biasa disebut baris atau deret merupakan unsur yang wajib ada didalam puisi . Karena tanpa adanya larik akan membuat puisi tidak enak dibaca dan dipandang . Dalam puisi lama , jumlah kata dalam satu larik biasanya 4 buat. Namun pada puisi baru tidak ada batasan kata yang digunakan pada setiap larik .

3. Bait

Bait merupakan susunan dari beberapa larik yang tersusun secara rapi dan berhubungan satu sama lain . Pada bait inilah biasanya terkandung sebuah kesatuan makna yang berhubungan . Untuk puisi lama , satu bait memiliki empat larik dan pada puisi baru , tidak memiliki keterbatasan jumlah larik dalam suatu bait .

4. Rima 

Rima atau persajakan merupakan suatu bunyi - bunyi yang dihasilkan oleh kata - kata dalam suatu larik dan bait .

5. Irama

Walaupun katanya hampir sama , namun Irama dan Rima memiliki arti yang berbeda . Irama merupakan pergantian nada - nada dalam pengucapan bunyi sebuah kata didalam puisi . Bisa berupa pergantian tinggi rendah , panjang pendek , dan keras lembut ucapan suatu bunyi . 

6. Bunyi

Bunyi adalah unsur didalam puisi yang terbentuk oleh rima dan irama .

7. Makna

Makna merupakan tujuan dari pemilihan sebuah kata ( diksi ) , pembentukan larik dan bait . Makna ini adalah suatu pesan yang ditujukan oleh pembaca dari penulis . Jika pembaca dapat menangkap makna dari dalam puisi , maka penulis telah berhasil membawakan misinya dalam sebuah puisi .

Namun secara detail atau lebih rinci . Sebenarnya unsur puisi terbagi dalam 2 struktur , yaitu :

1. Struktur Batin Puisi

Struktur batin puisi atau bisa juga disebut sebagai hakikat dalam sebuah puisi , bisa berupa : tema , perasaan , nada , suasana , dan amanat . Berikut penjelasan singkatnya :

a) Tema

Tema merupakan gagasan pokok atau pikiran utama diciptakannya sebuah puisi . Tanpa tema yang jelas , puisi akan ambrul adul . Contoh tema yang biasa digunakan dalam puisi adalah : cinta , kemanusiaan , religi , patritoisme , perjuangan , dan masalah sosial .

b) Perasaan

Perasaan merupakan penghayatan dari pembaca saat membaca puisi tersebut . Perasaan terhadap puisi lebih mengena kehati , jika dibuat oleh penulis dengan hatinya yang paling dalam . ✌✌✌✌✌✌

c) Nada

Nada merupakan sikap penyair terhadap pembaca puisi . Sikap penyair bisa berupa menggurui , menasehati , mengejek , menyindir , dan biasa saja .

d) Suasana

Suasana dalam puisi merupakan keadaan jiwa pembaca setelah membaca sebuah puisi . Ini ditimbulkan dari kata -kata dalam puisi memiliki makna yang memengaruhi pikiran atau keadaan psikologis pembaca . Nada dan suasana ini saling berkaitan satu sama lain . Dengan nada yang sedih akan membuat pembaca merasa iba atau kasihan , dengan nada yang ceria membuat pembaca merasa gembira , dengan nada kritik akan membuat peemberontakan dalam hati pembaca , dan dengan nada ketuhanan akan membuat pembaca merasa lebih khusyuk dan cinta terhadap tuhannya .

e) Amanat

Amanat adalah pesan dari penyair terhadap pembaca yang terkandung didalam puisi buatannya . Amanat dapat disampaikan melalui kata - kata dalam karyanya maupun secara tersirat . Cara menelaah amanat puisi yang baik adalah dengan memahami tema terlebih dahulu , lalu nada dan perasaan yang terkandung dalam puisi tersebut .

2. Struktur Fisik Puisi

a) Perwajahan Puisi ( Tipografi )

Perwajahan puisi dapat disebut pemodelan atau desain puisi . Seperti halamannya tidak dipenuhi dengan kata - kata , tepi kanan kiri , dan pengaturan baris puisi . Perwajahan puisi ini sangatlah menentukan pemaknaan pembaca terhadap puisi .

b) Diksi

Diksi merupakan pemilihan kata - kata sesuai makna yang dilakukan oleh penyair terhadap puisinya . Pemilihan kata dalam puisi sangatlah penting untuk pembaca dapat menangkap makna puisi . Oleh karena itu , penyair harus memilih kata - kata secermat mungkin .

c) Imaji

Imaji merupakan susunan kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indra manusia , seperti penglihatan , perasaan , dan pendengaran . Imaji dalam puisi dibagi menjadi 3 bagian , yatitu : Imaji penglihatan ( Visual ) , Imaji suara ( Auditif ) , dan Imaji Raba ( Imaji taktil ) . Imaji dapat membuat pembaca membayangkan bagaimana keadaan didalam puisi yang sebenarnya . Biasanya pemilihan diksi atau kata yang tepat akan membentuk imaji yang baik dan dapat membuat pembaca terbawa dengan imaji puisi tersebut .

d) Kata Kongkret

Kata kongkret dalam puisi merupakan sebuah kata yang berhubungan dengan kiasan atau lambang tentang sesuatu . Kata kongkret ini dapat memicu adanya imaji yang baik . Contoh kata kongkret : " hujan " mewakili kata manusia - manusia terjatuh dan " pohon " mewakili manusia yang diam tapi indah .

e) Bahasa Figuratif

Bahasa figuratif merupakan bahasa berkias yang dapat meningkatkan efek dalam puisi ataupun sebuah konotasi tertentu . Bahasa figuratif bisa disebut dengan majas , oleh karena itu dapat meningkatkan makna dalam sebuah puisi .

f) Verifikasi

Verifikasi menyangkut 3 hal , yaitu : rima , ritme , dan metrum .
  • Rima adalah persamaan bunyi kata pada awal , tengah , maupun akhir suatu barisan dalam puisi .
  • Ritme adalah alunan yang terjadi karena adanya perulangan dan pergantian suatu bunyi . Seperti : panjang-pendek bunyi , keras-lembut tekanan , dan tinggi-rendah nada .
  • Metrum adalah ukuran irama yang ditentukan oleh jumlah dan tekanan suku kata disetiap baris puisi .






Advertiser